Oleh: Marmi Panti Hidayah
Di tengah kesibukan
sehari-hari, sempatkanlah bermeditas setidaknya selama lima menit.
Begitulah yang disarankan Ketut Arsana, terapis Mahatma, instruktur
yoga, sekaligus ahli spiritual healing
“Selama meditasi, kita
menarik semua kekuatan dari dalam diri. Setelah itu bisa istirahat dan
esoknya kondisi tubuh akan lebih tenang lagi, lebih segar, karena energi
lebih full,” tuturnya di Jakarta, Minggu (30/10/2012).
Dia
mendefinisikan meditasi sebagai pemusatan, penyatuan kekuatan diri untuk
mencapai kesuksesan hidup. Yoga juga dimaknai sebagai upaya menyatukan
diri dengan apa yang akan dilakukan dalam hidup. “Dengan meditasi atau
yoga, energi terpusat. Sama saja dengan cahaya bila disatukan, maka akan
sangat keras cahayanya,” ujar pendiri ‘Ubud Bodyworks Centre’ ini.
Sebenarnya,
lanjut Ketut, memusatkan perhatian pada satu pekerjaan pun bisa disebut
sebagai bentuk yoga. Sebab pusat perhatian dan hati terfokus pada satu
titik. Begitu pula saat bersembahyang secara khusyuk. Pikiran, perasaan,
serta hati hanya terpusat pada Illahi.
“Di situ kita berserah diri,” ujarnya.
Memang
tidak mudah untuk fokus. Untuk itu, lanjut Ketut, ada banyak metode
yang diberikan dalam bermeditasi atau yoga. Orang yang bermeditasi bisa
saja diminta membaca Al Quran agar bisa fokus. Atau, bisa diminta
menyanyikan ayat-ayat agar lebih khusyuk. Bisa pula dibantu dengan gerak
agar fokus dan tercipta ketenangan dalam diri.
“Orang
bermeditasi jangan diam saja, karena pikiran akan mudah ke mana-mana.
Jadi harus ada yang dibaca saat bermeditasi,” jelas Praktisi Master
Usada ini.
Meditasi bisa saja dilakukan di rumah. Akan tetapi
pengaruhnya akan berbeda bila dilakukan secara bersama-sama dengan orang
lain.
Dalam meditasi secara bersama-sama, energi yang semula
sedikit-sedikit akan menjadi sangat besar karena saling memengaruhi satu
sama lain. Sementara bila melakukan meditasi sendiri di lingkungan yang
luas, akan butuh waktu lama untuk memupuk energi positif. Bagaimanapun,
energi individu sangat kecil dibandingkan lingkungan, sehingga sangat
sulit terfokus karena dipengaruhi faktor negatif lebih besar lagi.
“Sama
jika kita salat di tengah-tengah pasar atau di mesjid, rasanya tentu
akan berbeda. Sebab, di masjid kita berkumpul dengan orang-orang yang
positif,” jelasnya.
Karena itu, bila bicara ideal, sebaiknya
meditasi dilakukan bersama-sama agar ada upaya saling memengaruhi. “Tapi
kalau mau melakukannya di rumah sendiri, silakan saja,” jelasnya.
Menurut
Ketut, meditasi termasuk berpuasa dapat dijadikan obat untuk diri
sendiri. Tujuannya memunculkan sifat-sifat Illahi di dalam diri. “Sifat
Illahi kan sifat positif. Jadi supaya energi positif itu menjadi lebih
besar lagi,” tambahnya.
Meditasi bisa dilakukan di mana saja,
baik di ruang terbuka (alam) maupun dalam ruang, semua tergantung
lokasinya. Jika memang tengah berada di alam yang masih bagus, meditasi
lebih baik dilakukan di luar ruang karena akan tercipta harmoni dengan
alam.
“Tapi kalau di Jakarta ini kita kan sulit mencari alam.
Lingkungan sudah terpolusi. Kalau kita paksakan meditasi di luar ruang,
malah bisa sakit karena kurang menghirup oksigen,” katanya.
Tidak
ada batasan waktu untuk bermeditasi atau yoga. Tergantung diri sendiri
mau berapa lama. “Tapi sebaiknya sediakan waktu khusus untuk bermeditasi
atau yoga,” jelasnya.
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat
yoga tentu jangan ada keributan. Meditasi harus dilakukan dalam suasana
tenang, hilangkan dulu pikiran-pikiran, lupakan dulu sejenak kehidupan
sehari-hari. Sebab, meditasi adalah pemusatan pikiran. Pikiran terpusat
kalau inspirasi Illahi ada di dalam hati.
“Jangan lupa, pikiran
itu dipengaruhi makanan. Makanya, orang berpuasa untuk mengendalikan
pikiran. Kalau sering makan daging kambing, maka ‘energi kambingnya’
akan lebih banyak, menjadi emosional,” tandas Ketut.
Kamis, 01 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar