“Yoga and Vegetarianism” adalah judul buku yang ditulis oleh Sharon
Gannon, aktivis lingkungan dan hak hewan yang menjadi guru yoga dan
salah satu pencipta metode Jivamukti Yoga — sebuah jalan pencerahan
menuju kasih sayang untuk semua makhluk.
Dalam buku tersebut,
Sharon menjelaskan tujuan akhir dari yoga adalah bersatu dengan alam
semesta. Saat kita mulai melihat penyatuan kita dengan makhluk lain,
semakin kecil kemungkinan kita untuk melukai makhluk lain, termasuk
binatang dan Bumi. Sharon lalu membahas lima yamas — ahimsa (tidak
melukai), satya (jujur), asteya (tidak mencuri), brahmacharya
(mengendalikan diri) and aparigraha (tidak serakah) — serta mendukung
dan mendorong untuk menjadi vegetarian.
Pada akhir bukunya Sharon
menulis sejumlah pertanyaan yang sering ditanyakan. Berikut adalah
beberapa yang sering ditanyakan oleh orang yang bukan vegetarian:
1.
Manusia selalu makan daging, itu alami; bahkan hewan juga memakan hewan
lain. Mengapa kita sebagai pelaku yoga harus hidup lebih alami?
Singa
dan karnivora lain memang makan daging, tapi bukan berarti kita harus
makan daging juga. Itu bukan kebutuhan psikologis. Faktanya, anatomi
tubuh kita dirancang untuk menjadi vegetarian.
Singa dan
karnivora lain tidak bisa makan yang lain selain daging. Singa dan
karnivora lain tinggal di alam bebas, bukan di rumah, mereka tidak pakai
pakaian dan tidak mengendarai mobil. Mengapa hanya menyebut satu hal
dan berargumen kita harus meniru mereka? Hal itu tidak masuk akal.
2. Apa yang terjadi pada hewan ternak jika kita berhenti memakan mereka dan membiarkan mereka bebas? kemana mereka akan pergi?
Ya,
kita telah mengambil kebebasan dari hewan. Merampas kesempatan mereka
mengembangkan kemampuan untuk hidup dengan sesamanya. Langkah pertama
adalah berhenti menyiksa mereka. Berhenti mengembangbiakkan mereka
dengan cara buatan yang kejam.
3. Jika yoga mengajarkan semua hidup adalah suci, apa bedanya saat saya makan wortel dan hamburger?
Ya,
semua hidup itu suci dan ada bukti ilmiah bahwa tumbuhan juga punya
perasaan. Tapi dalam Sutra Yoga, Patanjali memberi ahimsa atau tidak
menyakiti sebagai “latihan” yang artinya tidak akan bisa sempurna.
Berlatihlah untuk sesedikit mungkin menyakiti. Dia juga menyarankan
aparigraha yang tidak boleh serakah. Hewan yang kita makan mengandung
sejumlah besar sayuran, jika kita makan hewan, maka artinya kita akan
mengonsumsi hewan dan sayuran yang dimakannya.
4. Apakah hewan adalah makhluk yang lebih rendah dari manusia?
Itu
adalah obsesi manusia yang menciptakan hierarki yanh meletakkan
manusia pada tingkat teratas. Hasilnya adalah manusia memandang rendah
hewan yang tidak perlu diperlakukan dengan baik. Untuk mendukungnya
manusia berkata hewan bertindak dengan insting, tidak punya jiwa, tidak
merasakan sakit, tidak punya kesadaran diri, sedikit kecerdasan,
perasaan emosional, dan etika.
Kenyataannya sejumlah tes
laboratorium dan pengamatan menuju pada kesimpulan bahwa hewan punya
kesadaran, kecerdasan, dan emosi. Mereka bukan mesin dan bisa merasakan
sakit yang kita timbulkan. Mereka bisa merasakan emosi seperti kesepian,
malu, sedih, rindu, depresi, gelisah, dan takut; serta senang, lega,
terkejut, bahagia, terpenuhi, dan damai.
5. Saya tidak
makan daging tapi saya makan ikan. Apakah itu boleh? Benarkah ikan
adalah mahluk berdarah dingin dan tidak merasakan sakit?
Ikan
adalah mahluk yang sangat sensitif dengan sistem saraf yang berkembang
pesat. Mereka merasakan sakit secara akut. Memancing bukanlah kegiatan
yang baik, itu sama dengan berburu di air. Ikan adalah mahluk yang rumit
yang memilih teman, berkomunikasi dengan kata-kata, membangun sarang,
bekerja sama mencari makanan, mempunyai ingatan yang baik, dan
menggunakan alat.
6. Bagaimana saya bisa mendapat cukup protein jika menjadi vegetarian?
Jumlah
protein yang dibutuhkan dalam sehari adalah 50-70 gram. Ini dengan
mudah dapat terpenuhi dari sejumlah tumbuhan. Pendapat bahwa protein
hanya didapat dari hewan hanyalah mitos. Protein banyak terdapat dalam
kacang gandum, juga almond, brokoli, jamur, alpukat dan bahkan kentang.
(Dikutip dari "Yoga and Vegetarianism", Sharon Gannon, 2008, Mandala Publishing, USA.)
Rabu, 07 November 2012
6 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Kepada Vegetarian (dan Jawabannya)
Diposting oleh Social Three di 05.24
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar